Reak

Reak merupakan kesenian Cileunyi yang beranggotakan 10 orang yang terdiri atas satu barongan, dua kuda lumping, dan tujuh pemusik. Meski demikian, Reak juga sempat menggunakan angklung sebagai media musiknya. Di area Cileunyi sendiri, sebetulnya terdapat 52 grup Reak, dengan Reak Juarta Putra menjadi yang tertua. Setelah itu, terdapat grup Maska yang terbentuk pada 1970 -1980-an. Grup Maska tersebut memiliki aliran dari Aki Rahma, salah satu pilar seni Reak.

Berdasarkan catatan sejarah, kesenian Reak yang diperkenalkan dan dikembangkan Abah Juarta ini memiliki empat aliran, yaitu Juarta, Rahma, Kurdi, dan Enjoh. Kesenian ini muncul kala Cileunyi dan Cibiru belum tercipta dan masih berada dalam kawasan Ujung Berung. Kesenian Reak ini juga dimeriahkan berbagai alat musik dan sepasang kuda lumping. Untuk membuat suasana semakin ramai dan megah, seperangkat alat musik tabuh yang disebut dogdog menjadi andalan sekaligus ciri khas.

Contributor: Bernadine Zahwa Fitrian